Simak, Ada Menteri Pencetak Utang

  • Whatsapp

Ayobhsbisa.com – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal utang negara. Prabowo bahkan meminta penamaan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

“Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan, mungkin menteri pencetak utang,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Sabtu (26/11).

Bacaan Lainnya

Prabowo berjanji di pemerintahannya nanti, Prabowo dan Sandiaga akan mengumpulkan putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Kendati demikian ia meminta kepada semua pihak untuk tidak menganggap dirinya bisa menyelesaikan semua persoalan bangsa dalam waktu yang cepat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ikut membenarkan pernyataan Prabowo tersebut. Menurutnya apa yag dikemukakan Prabowo merupakan fakta.

“Itu kan fakta, prestasi nggak ada tapi jadi menteri terbaik sedunia. Saya nggak habis pikir ada institusi lembaga yang memberika pengharagaan di situ, Pak Prabowo benar di situ, menteri ini menteri yang berhasil menambah utang,” katanya.

Fadli menambahkan penghargaan yang diberikan kepada Sri Mulyani sebagai menteri terbaik dari sisi penambah utang ada benarnya. Menurutnya orang asing justru menganggap Sri Mulyani berprestasi lantaran kerap memberi utang.

“Raja utang, rezim ini memang raja utang,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pengelolaan utang Indonesia tidak dilakukan secara ugal-ugalan, melainkan dengan hati-hati dan transparan. Pernyataan Sri Mulyani ini menanggapi angka utang pemerintah pusat yang terus membengkak ke angka Rp 4.418,3 triliun per Desember 2018.

Sri juga menyampaikan bahwa realisasi defisit anggaran sepanjang 2018 juga cukup baik, dengan rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa ditekan hingga 1,76 persen, lebih rendah dibanding target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2,19 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *