Bambang Haryo Bilang Bandara Kertajati Kebangaan Jokowi Menipu!

  • Whatsapp

AYOBHSBISA.com – Presiden Joko Widodo, mengawali ground breaking Bandara Kertajati pada Januari 2016, Jokowi menyebutkan bahwa Bandara Kertajati ini adalah Bandara kedua terbesar RI.

Dimulainya penggarapan mega proyek ini ditandai dengan terbitnya Perpres no 3 tahun 20016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Kemudian konsep pendanaan Bandara Kertajati ini mulai di ajukan.

Yang  mana pendanaannya melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) antara pemerintah daerah dan investor. RDPT adalah salah satu alternatif investasi yang menjadi wadah untuk menghimpun pemodal profesional.

Dana yang terhimpun selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, baik melalui portofolio efek maupun portofolio yang berkaitan dengan proyek. Dalam RDPT, biasanya pihak yang berinvestasi tidak boleh lebih dari 50 pihak.

Nilai investasi sisi darat Bandara Kertajati adalah Rp 2,6 triliun. Nilai tersebut termasuk pembangunan terminal utama dan fasilitas pendukungnya Rp 2,2 triliun, sisanya untuk modal kerja dan untuk kelengkapan fasilitas lainnya.

“Jadi, total 2,6 triliun itu dipenuhi dengan 70 persennya melalui equity dan 30 persennya melalui pinjaman,” ujar Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat Virda Dimas Ekaputra, dikutip kompas.com, Kamis (7/2)

Untuk dana pinjaman, pihak PT BIJB sudah mendapatkan dari sindikasi perbankan syariah. Sementara untuk ekuitas sebesar 70 persen didapatkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, reksadana penyertaan terbatas (RDPT), dan dari PT Angkasa Pura II.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *