Diskepang Anggarkan 2 Paket Mesin Pengolah Sagu Di Daerah Kepulauan T.A 2020

  • Whatsapp

Nias Selatan, Deliknews – Anggaran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2020, telah dibahas dan disetujui oleh Komisi II DPRD Kabupaten Nias Selatan, sebesar Rp. 1380.850.000.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nias, Asazatulo Giawa kepada wartawan usai Pembahasan Anggaran, Rabu (13/11/2019) di Ruang Media Center DPRD Kabupaten Nias Selatan.

Pada kesempatan itu, turut hadir : Wakil Ketua Komisi II DPRD Nisel, Kristian Laia, Sekretaris DPRD Nisel, Firman Giawa, SH dan turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan, Ermanjaya Bu’ulolo, S.ST.

“Beberapa Program Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan, setelah dibahas dan disepakati oleh Komisi II DPRD Nisel Bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan, anggarannya sebesar Rp. 1.380.000.850.000. Diluar Dana DAK”, ujar Asazatulo Giawa.

Adapun program Dibas Ketahanan Pangan itu, antara lain : Pengadaan 2 set mesin pengolahan sagu di daerah Kepulauan, pengadaan neraca bahan makanan dan pemanfaatan lahan pekarangan. Melalui program ini, kesehatan masyarakat Nias Selatan dapat lebih baik, cetus Asazatulo Giawa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Selatan, Ermanjaya Bu’ulolo mengatakan untuk pemerataan perhatian Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH., MH, produk unggulan yang ada di daerah Kepulauan yakni sagu. Untuk itu, sangat membantu masyarakat yang ada di Kepulauan, cetusnya.

Selanjutnya mengenai pemanfaatan lahan pekarangan dengan sasaran PKK dan Kelompok Tani, dengan 1 (satu) lokasi sebagai tempat percontohan. Sehingga apabila ada tim penilai baik dari Provinsi maupun Pusat dapat diarahkan dilokasi tersebut, ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya lokasi pemanfaatan lahan pekarangan percontohan, maka masyarakat dapat berminat untuk mengolah lahan pemasangannya sendiri. Hal ini dapat membantu mengurangi biaya kebutuhan seperti cabe.

Untuk mengubah sikap, pengetahuan dan ketrampilan para petani itu, bisa melalui penyuluhan. Tidak dengan memberi bantuan bibit dan sebagainya, akan tetapi dengan penyuluhan yang terus – menerus, tandas Ermanjaya Bu’ulolo. (Sabar Duha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *