Siap Bentuk PD Pasar, BHS-Taufiq: Syaratnya Tak Bebani Masyarakat dan Utamakan Pelayanan

  • Whatsapp

SIDOARJO – Revitalisasi pasar tradisional hingga berstandar SNI menjadi salah satu program prioritas paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq). Upaya pembenahan pasar tradisional salah satunya bisa ditempuh dengan membentuk Perusahaan Daerah (PD).

Meski dikelola oleh PD, fungsi pelayanan harus diutamakan sehingga tidak membebani para pedagang tradisional. “Saya pikir memang harus dikelola secara profesional. Tapi dengan catatan, meski dikelola PD, tidak ada penambahan retribusi bagi pedagang,” cetus BHS saat mengunjungi Pasar Kalanganyar di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati, Kamis (1/10).

Bacaan Lainnya

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, jika dibentuk PD Pasar, pihaknya tidak mau membebani masyarakat kecil. “Karena mereka yang menumbuhkan ekonomi wilayah Sidoarjo. Walau dikelola PD, fungsi pelayanan harus tetap maksimal dan utama,” tandas cabup yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar (Taufiq) ini.

Selain wacana perlunya mengelola pasar tradisional secara profesional, misalnya melalui pembentukan PD, BHS menyatakan, sejumlah pasar tradisional di Kota Delta, memang harus ada standarisasi.

Misalnya minimal pasar harus punya fasilitas tempat pembuangan sampah yang dilengkapi truk sampah. Pasar juga harus membuat nyaman para pengunjung dan pedagang. Sehingga perlu ada fasilitas kamar mandi, WC hingga lahan parkir.

Kondisi pasar yang jauh dari standar SNI, juga diungkap BHS saat berkunjung ke Pasar Kalanganyar Sedati. Meski lokasinya strategis bahkan bisa disebut pasar berskala kecamatan, fasilitas pendukung di Pasar Kalanganyar sangat kurang.

Kata BHS, akses keluar-masuk pasar agak sulit. Kondisi ini tidak menguntungkan saat terjadi kondisi darurat, misalnya terjadi kebakaran. “Sulit untuk upaya penyelamatan,” tegas mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Saat kunjungan didampingi Cawabup Taufiq ini, BHS juga melihat fasilitas toilet yang ternyata sangat kurang, hanya ada dua toilet. Selain itu, lokasi tempat pembuangan sampah juga di lahan terbuka. “Sampah langsung dibakar karena tidak ada truk pengangkut sehingga menimbulkan polusi bagi warga sekitar.┬áJuga tidak sarana transportasi umum menuju pasar ini (Pasar Kalanganyar),” jlentreh alumni ITS Surabaya ini.

BHS berharap ke depan kondisi pasar tradisional tersebut bisa dibenahi. Sehingga pasar tradisional bisa nyaman dan aman. BHS berharap pasar tradisional bisa menjadi sarana refreshing (rekreasi). “Pasar mestinya juga jadi tempat refreshing (rekreasi) di samping untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Cawabup Taufiq menambahkan, BHS-Taufiq akan berupaya emak-emak bisa betah belanja di pasar tradisional. “Pasar tradisional bisa jadi wisata alternatif karena di pasar itu pusatnya UMKM Sidoarjo, sehingga harus dikelola profesional, tapi tidak beratkan retribusi pedagang,” cetus mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo periode 2014-2019 ini. (sta/ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *