Simak ini, BHS-Taufiq Punya Perhatian Besar Untuk Guru Madrasah di Sidoarjo

  • Whatsapp

Sidoarjo – Masih minimnya kesejahteraan guru madrasah di Sidoarjo menjadi perhatian paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq).

Paslon bernomor urut 1 dan diusung koalisi lima parpol ini, siap memperhatikan kesejahteraan guru madrasah mulai tingkat dasar hingga tingkat atas kala nanti diamanahi memimpin Kabupaten Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Upaya itu bakal ditempuh BHS-Taufiq dengan menaikkan gaji guru madrasah setara dengan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo. Selain itu, juga memperhatikan kesehatan guru madrasah dengan jaminan kesehatan.

Mantan anggota DPR RI ini membandingkan dengan kesejahteraan guru swasta di Surabaya yang bisa dinaikkan, sehingga kesejahteraan guru madrasah di Sidoarjo seharusnya juga bisa ditingkatkan. BHS memastikan hal itu bisa dilakukan di Kota Delta. Menurut BHS, hasil hitungan sementara, guru madrasah ada sekitar 20.000 orang.

“Hanya dibutuhkan Rp 30 miliar saja. Kalau itu dibandingkan SILPA Rp 1,3 triliun tidak ada apa-apanya. Itu demi kebaikan SDM guru dan para pelajar. Itu aset kita,” ungkap BHS saat menghadiri undangan workshop yang digelar LP Maarif NU Sidoarjo, di Kota Batu, Selasa (29/9) malam.

BHS menambahkan, kualitas guru madrasah harus ditingkatkan melalui bimbingan, kursus, dan lainnya untuk menambah kualitas dan kemampuan mengajar peserta didik. Apalagi guru madrasah mendidik agar siswa berkarakter. Sebab tidak hanya mengajarkan materi formal (umum) tetapi juga agama dan akhlak.

“Anggaran pendidikan harus dinaikkan untuk kesejahteraan guru. Nanti bisa didukung CSR dari 950 perusahaan besar di Sidoarjo. Itu akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan guru, termasuk pembangunan beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar berkualitas dari sisi infrastruktur dan SDM,” tegas BHS didampingi Taufiq.

Soal kesehatan guru, juga bakal diperhatikan. Apalagi, guru madrasah itu bukan hanya mengajarkan soal pendidikan formal (umum) akan tetapi juga mengajarkan akhlak. “Kesehatan guru ini penting. Itu akan kita jamin kesehatan jasmani dan rohani. Kesejahteraan guru di Sidoarjo akan kami perhatikan,” pungkas alumnus Perkapalan ITS ini. (sta/rev)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *