Tampung 150 Pedagang, BHS-Taufiq Siap Kembangkan Pasar RW GSA Kramatjegu

  • Whatsapp

Sidoarjo (republikjatim.com) – Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati – Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono – M Taufiqulbar untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan cukup serius. Tidak hanya pasar tradisional tingkat kecamatan dan desa yang jumlah pedagangnya mencapai ribuan orang, akan tetapi pasar setingkat Rukun Warga (RW) pun diperhatikan Paslon yang diusung 5 partai dengan 18 kursi di dewan ini.

Hal ini dibuktikan saat kunjungan ke Pasar RW 09 yakni Pasar Perum Griya Samudra Asri (GSA) Desa Kramatjegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Di pasar RW ini, BHS siap membantu membangunankan fasilitas umum berupa toilet dan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS).

Bacaan Lainnya

“Pasar tingkat RW bisa memecah kepadatan di pasar kecamatan dan pasar desa, kami berharap bisa membantu pengembangan Pasar GSA Kramatjegu ini. Karena pasar ini hampir dibutuhkan seluruh masyarakat desa ini. Bahkan pasar menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah desa sekitar,” ujar BHS usai berdialog pedagang dan pengunjung Pasar GSA Desa Kramatjegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (30/09/2020).

Bagi BHS yang juga Alumni ITS Surabaya ini, Pasar GSA Kramatjegu sudah memberikan kontribusi pada geliat ekonomi lokal tingkat perumahan dan desa. Apalagi di desa itu, ad sekitar 150 pedagang yang berjualan. Bahkan pengunjung pasar bisa mencapai 1.500 orang per hari.

“Makanya saya sangat mengapresiasi pasar ini. Karena rapi dan bersih. Pasar ini sudah layak dikembangkan. Hanya saja, pasar ini perlu dilengkapi beberapa fasilitas penunjang. Diantaranya kamar mandi, WC dan tempat pembuangan sampah (TPS). Itu akan dibantu pemerintah daerah. Saya akan prioritaskan membantu soal fasilitas umum di pasar ini agar dilengkapi,” imbuhnya.

Selain itu, mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menilai pasar itu meski berskala RW atau perumahan, akan tetapi merupakan pasar yang sangat strategis. Selain lokasinya terjangkau warga yang tinggal di perumahan juga mampu memecah kepadatan pengunjung di pasar kecamatan maupun pasar desa/kelurahan.

“Keberadaan Pasar RW ini, saat pandemi sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak perlu jauh belanja ke pasar kecamatan dan desa. Ini untuk pencegahan dan menghindari potensi terpapar Covid-19. Semoga pasar ini menjadi pasar yang berkembang dan disukai pengunjung,” tegas pengusaha transportasi yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar ini.

Sementara salah seorang pengelola Pasar GSA Desa Kramatjegu, Kusmariyono mengakui pasar berdiri seiring berdirinya perumahan GSA Tahun 2011 lalu. Pasar menempati lahan fasum perumahan. Stannya disewa oleh pedagang, bukan hak milik pedagang.

“Kami berharap kunjungan Pak BHS bisa berdampak pada pengembangan pasar menjadi lebih baik. Kami berharap nanti ada bantuan truk sampah dari Pemkab Sidoarjo. Agar sampah bisa dikelola ibu-ibu dan tidak perlu dibuang ke TPA Jabon,” tandasnya. Hel/Waw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *