Blusukan Pasar Watutulis, BHS – Taufiq Siap Perbaiki Wajah Pasar Tradisional di Wilayah Perbatasan

  • Whatsapp

Sidoarjo – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar bakal memperhatikan seluruh pasar tradisional yang ada di wilayah perbasatan dengan kabupaten/kota lain. Hal ini, lantaran kondisi pasar tradisional di perbatasan bisa jadi wajah bagi Kabupaten Sidoarjo.

“Saat saya diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, kami menginginkan semua pasar tradisional di wilayah perbatasan, kondisinya layak dan bagus serta mengantongi Pasar Standar Nasional Indonesia (SNI). Ibarat wajah, jangan sampai wajah Sidoarjo ini memalukan. Kita malu kalau warga Sidoarjo lebih memilih belanja ke pasar di daerah lainnya,” ujar BHS saat mengunjungi Pasar Watutulis, di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Sabtu (10/10/2020).

Bacaan Lainnya

Karena itu, lanjut Cabup Nomor urut 1 ini, harus ada upaya Pemkab Sidoarjo agar pasar tradisional yang lokasinya di wilayah perbatasan, bisa memikat warga kabupaten/kota tetangga agar berbelanja di pasar tradisional milik Sidoarjo. Begitu juga Pasar Watutulis itu, harus dikelola Pemkab Sidoarjo dan didorong menjadi pasar yang memenuhi semua persyaratan Pasar SNI.

“Agar bisa memenuhi Pasar SNI, maka pasar tradisional, termasuk Pasar Watutulis harus dilengkapi sejumlah sarana pendukung. Diantaranya fasilitas perbankan, yang melayani para pedagang. Selain itu dilengkapi Poliklinik. Serta kondisi pasar juga bebas dari banjir. Jangan sampai pasar masih sering banjir saat musim hujan karena buruknya drainase. Itu harus segera dibenahi Pemkab Sidoarjo,” imbuh mantan anggota DPR RI periode 2014 – 2019 ini.

Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, meminta Disperindag Pemkab Sidoarjo harus memperhatikan pasar tradisonal. Alasannya, karena pasar menjadi tempat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Bahkan pasar juga dijadikan sebagai sarana hiburan murah bagi masyarakat.

“Maka setiap pasar harus dilengkapi dengan sarana bermain anak-anak seperti Pasar Krempyeng maupun di Mall. Agar ibu-ibu dan anak-anak tertarik berbelanja di pasar tradisional,” tegasnya.

Sementara soal revitalisasi bangunan Pasar Watutulis, BHS memastikan revitalisasi semua pasar tradisional agar tidak membebani pedagang. Misalnya saat proses rehab, BHS berkeinginan para pedagang tetap bisa berjualan. Misalnya dengan teknik dibangun separo dulu agar pedagang tetap bisa beroperasional dan berjualan atau dengan teknik lain yang tidak mengganggu dan memberatkan pedagang.

“Kalau saya menjadi Bupati Sidoarjo, saya akan lebih banyak turun ke pasar-pasar. Tujuannya untuk mengetahui langsung permasalahan yang dihadapi pedagang. Terutama untuk memastikan jika pedagang tidak terbebani biaya retribusi,” tandasnya.

Sementara saat mendatangi Pasar Watutulis, BHS beberapa kali berdialog dengan sejumlah pedagang dan pengunjung pasar. Hal ini untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para pedagang pasar.

Selain itu, dalam kunjungan ke Pasar Watutulis itu, BHS didampingi timnya dan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Kayan. Hel/Waw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *